Tingkat Loyalitas Konsumen Produk Buavita Menurun
Loyalitas
merupakan hal penting dan kunci kesuksesan bagi perusahaan dalam kompetisi
bisnis. Pentingnya loyalitas konsumen terhadap sebuah perusahaan sudah tidak
dipungkiri lagi karena dari situlah perusahaan akan berkembang dan maju. Banyak
perusahaan yang berlomba-lomba mempertahankan pelanggannya untuk tetap membeli
produk di perusahaan tersebut. Seorang pembisnis atau sangat mengharapkan akan
bisa mempertahakan konsumennya dalam jangka waktu yang panjang, maka hal itu
menjadi dasar yang sangat bernilai bagi suatu perusahaan. Konsumen yang loyal
secara tidak langsung tidak hanya membeli produk tetapi juga merekomendasi
kepada kerabatnya sesuai pengalaman yang ia rasakan. Tentu saja hal ini dapat
membantu dan menguntungkan perusahaan dalam berbisnis, karena dengan konsumen
merekomendasikan produk tersebut semakin dikenal banyak orang. Konsumen yang
loyal biasanya mempunyai peluang kecil untuk berpindah produk karena sudah
merasa nyaman dengan produk tersebut. Dengan adanya loyalitas konsumen terhadap
produk suatu perusahaan akan semakin kecil pesaing produk pesaing lainnya akan
dibeli konsumen yang sudah loyal pada suatu produk. Salah
satu produk yang ingin kita bicarakan yaitu tentang minuman sari buah yang satu
ini yaitu Buavita. Buavita merupakan merek minuman sari buah dan es krim dari
Unilever Indonesia. Merek ini diluncurkan oleh PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk.
pada tahun 1971. Merek ini telah diakuisisi oleh Unilever Indonesia pada tahun
2008. Buavita meningkatkan aksesbilitas produknya, konsumsi minuman sari buah
di Indonesia meningkat 2,9% per rata-rata tahun (62 ribu ton jadi 79 ton)
produksinya juga meningkat menjadi 4% penetrasi sebesar 80,9% inflasi sebesar
9% selama 2013 dan kenaikan harga buavita. Buavita minuman buah yang memberikan
kesegaran dengan citra rasa buah yang lezat dan baik untuk di konsumsi.
Dihadirkan dengan kemasan pack dan botol praktis yang sangat cocok untuk
konsumsi di luar rumah.
Tujuan
dalam penelitian ini yaitu untuk melihat tingkat loyalitas konsumen terhadap produk
minuman sari buah Buavita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kuantitatif yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden yang
dimana dari jawaban responden itu akan diolah dan dijadikan sebuah data.
HASIL
PENELITIAN
Tingkat
loyalitas dapat diukur dengan angka indeks loyalitas. Indeks loyalitas
menunjukkan bahwa tingkat loyalitas konsumen terhadap sebuiah produk. Angka indeks
tersebut dapat diukur menggunakan skala likert :
1. Tidak
setuju = 1
2. Kurang
setuju = 2
3. Netral
= 3
4. Setuju
= 4
5. Sangat
setuju = 5
Deskripsi
variabel
INDEKS VARIABEL
|
KATEGORI
|
10,00-28,00
|
Sangat rendah
|
28,01-46.00
|
Rendah
|
46,01-64,00
|
Sedang
|
64,01-82,00
|
Tinggi
|
82,00-100,00
|
Sangat tinggi
|
Data
sekunder
Data
sekunder dari penelitian ini yaitu diambil dari penelitian terdahulu berjudul
tingkat loyalitas konsumen terhadap buavita pada tahun 2010 :
Indikator
|
Skor
|
Kategori
|
Setia menggunakan produk
|
72,8%
|
Tinggi
|
Merekomendasikan produk
|
77,2%
|
Tinggi
|
Kembali menggunakan produk tersebut di
lain waktu
|
68%
|
Tinggi
|
Data
primer
Dalam
penelitian primer ini peneliti menggunakan alat bantu kuesioner dengan
responden yang berjumlah 30 orang :
Indikator
|
Skor
|
Kategori
|
anda membeli buavita karena kebutuhan
dan keinginan anda
|
24,8%
|
Sangat rendah
|
apakah anda membeli buavita dua kali
dalam seminggu
|
17,4%
|
Sangat rendah
|
jika ada produk baru apakah anda tetap
membeli buavita
|
46,2%
|
Sedang
|
Apakah anda merekomendasikan buavita
kepada teman dan keluarga
|
22,8%
|
Sangat rendah
|
apakah anda akan membeli buavita di
lain waktu
|
22,8%
|
Sangat rendah
|
Tabel
diatas menunjukkan bahwa responden menilai produk buavita dengan kategori
rendah.
KESIMPULAN
Data
diatas telah didapatkan baik menggunakan data primer yang dilakukan secara
langsung oleh penelitian maupun data sekunder yang dilihat dari penelitian dari
penelitian 2010 menunjukkan perbandingan loyalitas konsumen Buavita menurun
dilihat dari kedua table diatas. Hal ini terjadi karena berbagai macam faktor
antara lain kemasan yang kurang menarik dan harga yang relatif mahal.

Komentar
Posting Komentar